Yang keren adalah saat dia pikir kau tak peduli pada dirinya, namun secara bersamaan kau bersimpuh dengan khidmat berdoa dengan diam2 utknya.
Jossss....
Yang gak keren adalah saat kau pikir dia tak peduli pada dirimu, namun secara bersamaan dia bersimpuh dengan khidmat berdoa dengan diam2 utkmu.
Jlebbbb....
Minggu, 13 September 2015
MERDEKAAAAA....!!!
Bismilahirohmanirohiim
Kemerdekaan adalah saat kau tak membutuhkan apapun untuk eksistensi dirimu.
Tak perlu membeli motor besar utk menutupi jiwa yang kerdil.
Tak perlu menyewa pengawalan agar ingin dianggap penting.
Tak perlu kasar terhadap yang lain demi mendapatkan penghormatan.
Tak perlu pergi secara beramai2 untuk menutupi rasa kesendirian.
Tak perlu ikut komunitas sana sini demi berpura2 memiliki teman setia.
Tak perlu mengekor sambil menjilat2 agar memiliki sandaran.
Kemerdekaan hakiki letaknya di sini, di dalam hati.
Ia tak butuh apapun, tak bergantung pada siapapun, tak terikat apapun, kecuali hanya kepada Allah Sang Pencipta dirinya.
Kemerdekaan hakiki hanya bisa diperoleh saat ia dapat memerdekaan hatinya dari semua belenggu keinginan jiwanya, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pengaturan Tuhan Yang Maha Memerdekakan.
Semoga kita dapat merasakan kemerdekaan sesungguhnya.
Aamiin.
Jakarta, 03 Dzulqaidah 1436H (17 Agustus 1945)
-Abu Rayyan Asy-Syadzaliy
Kemerdekaan adalah saat kau tak membutuhkan apapun untuk eksistensi dirimu.
Tak perlu membeli motor besar utk menutupi jiwa yang kerdil.
Tak perlu menyewa pengawalan agar ingin dianggap penting.
Tak perlu kasar terhadap yang lain demi mendapatkan penghormatan.
Tak perlu pergi secara beramai2 untuk menutupi rasa kesendirian.
Tak perlu ikut komunitas sana sini demi berpura2 memiliki teman setia.
Tak perlu mengekor sambil menjilat2 agar memiliki sandaran.
Kemerdekaan hakiki letaknya di sini, di dalam hati.
Ia tak butuh apapun, tak bergantung pada siapapun, tak terikat apapun, kecuali hanya kepada Allah Sang Pencipta dirinya.
Kemerdekaan hakiki hanya bisa diperoleh saat ia dapat memerdekaan hatinya dari semua belenggu keinginan jiwanya, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pengaturan Tuhan Yang Maha Memerdekakan.
Semoga kita dapat merasakan kemerdekaan sesungguhnya.
Aamiin.
Jakarta, 03 Dzulqaidah 1436H (17 Agustus 1945)
-Abu Rayyan Asy-Syadzaliy
PEMAHAMAN BERAGAMA
Bismillahirrohmaanirrohiim
Saat pemahaman beragama masih sedikit, orang cenderung paranoid, apa2 dilarang, apa2 gak boleh...pdhl tiada dalil yang jelas2 melarangnya.
Nanti begitu pemahaman beragama makin dalam, orang makin lentur, mulai bisa menilai bahwa tidak semua hal dapat merusak esensi beragama.
Sama spt anak kecil yg dilarang2 ngapa2in, karena takut membahayakan dirinya. Namun begitu beranjak dewasa, ia akan dibiarkan karena mulai bisa menilai tingkat resiko dan mengatasi bahayanya.
Jakarta, 02 Dzulqaidah 1436H
-Abu Rayyan Asy-Syadzaliy
Saat pemahaman beragama masih sedikit, orang cenderung paranoid, apa2 dilarang, apa2 gak boleh...pdhl tiada dalil yang jelas2 melarangnya.
Nanti begitu pemahaman beragama makin dalam, orang makin lentur, mulai bisa menilai bahwa tidak semua hal dapat merusak esensi beragama.
Sama spt anak kecil yg dilarang2 ngapa2in, karena takut membahayakan dirinya. Namun begitu beranjak dewasa, ia akan dibiarkan karena mulai bisa menilai tingkat resiko dan mengatasi bahayanya.
Jakarta, 02 Dzulqaidah 1436H
-Abu Rayyan Asy-Syadzaliy
JAS MERAH (Jangan sekali2 melupakan sejarah)
Bismillahirrohmaanirrohiim
Al-Quran banyak sekali menceritakan sejarah.
Kenapa?
Karena di dalamnya banyak hikmah.
Karena sejarah akan berulang.
Karena Sang Penulis Skenario sejarah adalah Allah sendiri.
Dialah yang Maha Berkehendak, Maha Mengatur dan Maha Memastikan sedetail2nya tiap peristiwa, tiap peran, plot cerita, tiap dialog kalimat yang terucap, dan akhir dalam sejarah itu sendiri. Setiap manusia, akan diarahkan oleh Allah dengan berbagai cara untuk mengikuti perannya masing2 dan interaksinya dengan pemeran lainnya dalam satu frame yang Allah persiapkan.
Untuk apa?
Agar dijadikan petunjuk bagi kaum2 yg berpikir.
Agar di-tafakuri, saat ada kejadian yang mirip, pilihlah pilihan orang2 yang dimuliakan oleh Allah dalam sejarah tersebut.
Jauhi sifat dari pemeran2 antagonis dalam sejarah.
Dan ikuti semirip2nya sifat2 pemeran kebaikan dalam sejarah.
Bacalah...(iqro)
Dan belajarlah dari sejarah.
Jakarta, 03 Dzulqaidah 1436H
-Abu Rayyan Asy-Syadzaliy
Al-Quran banyak sekali menceritakan sejarah.
Kenapa?
Karena di dalamnya banyak hikmah.
Karena sejarah akan berulang.
Karena Sang Penulis Skenario sejarah adalah Allah sendiri.
Dialah yang Maha Berkehendak, Maha Mengatur dan Maha Memastikan sedetail2nya tiap peristiwa, tiap peran, plot cerita, tiap dialog kalimat yang terucap, dan akhir dalam sejarah itu sendiri. Setiap manusia, akan diarahkan oleh Allah dengan berbagai cara untuk mengikuti perannya masing2 dan interaksinya dengan pemeran lainnya dalam satu frame yang Allah persiapkan.
Untuk apa?
Agar dijadikan petunjuk bagi kaum2 yg berpikir.
Agar di-tafakuri, saat ada kejadian yang mirip, pilihlah pilihan orang2 yang dimuliakan oleh Allah dalam sejarah tersebut.
Jauhi sifat dari pemeran2 antagonis dalam sejarah.
Dan ikuti semirip2nya sifat2 pemeran kebaikan dalam sejarah.
Bacalah...(iqro)
Dan belajarlah dari sejarah.
Jakarta, 03 Dzulqaidah 1436H
-Abu Rayyan Asy-Syadzaliy
Sabtu, 12 September 2015
Sifat Hati yang mudah berbolak balik
Bismillahirrohmaanirrohiim
Sungguh bahwa hati manusia mudah berbolak-balik.
Ada yang paginya dimenangkan oleh Allah melalui ketaatan, namun ia tutup malamnya dengan kelalaian.
Ada yang paginya tenggelam dalam maksiat, namun ia tutup malamnya dengan taubat.
Ada yang dalam satu hari berbolak-balik antara taat dan maksiat sampai berkali-kali, hingga tinggal Allah sajalah yang menentukan dalam akhir mana ia menutup harinya.
Saudaraku, bagi engkau yang sedang diberi nikmat dalam taat, bersyukurlah!
Dan yang terpenting, i'tikadkanlah dalam hatimu bahwa ketaatan tersebut adalah murni hadiah dari Allah. Agar jangan nafsumu menyelinap lalu mengklaim bahwa itu merupakan hasil usahamu.
Saat kau biarkan dia mengambil seporsi hak Allah tersebut, lahirlah dalam hatimu rasa ujub. Sebuah penyakit bangga diri yang teramat berbahaya.
Dengan ujub kau akan diberikan kemampuan penglihatan yang aneh, sebuah penglihatan azab. Dimana kau akan mudah mendeteksi dan melihat orang lain yang tidak melakukan amal ketaatan seperti diri anda, lalu mulai meremehkan. Dan setelah itu lahir lagilah penyakit baru, yaitu kibr. Kibr adalah merasa dirinya lebih baik dari orang lain, dimana cirinya adalah sulitnya menerima nasihat kebenaran dari orang lain.
Saat kibr tumbuh subur merebak di hatimu, saat itu juga hatimu akan membusuk kemudian mati. Dan saat hatimu mati, lisanmu akan keras dan penuh dengan permusuhan. Dan hilang sudah lah nilai Islam Rahmatan lil 'Alamiin dalam dirimu.
Kemudian jatuhlah hukuman dari Allah yaitu berupa pengusiran dari hadroh-Nya. Dan dibiarkannya anda mengamalkan ketaatan yang menipu diri sendiri. Ketaatan yang menjerumuskannya ke dalam neraka diakibatkan oleh kelalaiannya tersebut.
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya." (Al-Maa'uun: 4-5)
Na'udzubillah min dzallik.
Saudaraku, kemudian pada saat anda sedang tergelincir dalam maksiat, segeralah bertaubat!
Tafakuri lewat pintu atau jalan mana engkau sampai berdosa. Jika Allah memberi anda taufik terhadap sumbernya, segeralah pangkas. Tutup semua akses, sarana, waktu, teman, alat, atau apapun yang mengakibatkan anda tergerak untuk mulai memasuki tangga-tangga kemaksiatan.
I'tikadkan dalam hati anda, bahwa dosa tersebut adalah berasal dari anda sendiri. Bersumber dari harmonisnya jiwa dan hawa nafsu anda dengan setan yang mengipasinya.
Jika taubat anda benar, perhatikanlah, pada saat yang sama Allah SWT akan menganugerahi anda dengan maqom ahsanul ubudiyah. Yaitu sebuah posisi yang paling mulia dari seorang hamba. Yaitu sebuah posisi nol, posisi tanpa modal, kondisi dzul (hina), inkisar (hancur), faqir (miskin) dan jahil (bodoh) di hadapan Allah SWT.
Dan ajaklah hati anda untuk bersama dengan jasad anda, menuju istiqomah dalam ibadahnya. jalan kembali kepada Allah SWT. Jalan yang baru, jalan yang telah diterangi oleh cahaya taubat. Sebuah cahaya yang akan membuat anda mendapatkan cinta-Nya, dan menaikkan derajat anda sampai ke derajat unus (akrab).
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri."
(QS. Al-Baqarah: 222)
Masya Allah...laa quwwata illa billah.
Kesimpulannya,
Saat hati anda sedang berada dalam ketaatan, bersyukurlah. Dan berhati-hatilah, karena ia memiliki potensi yang teramat berbahaya. Jagalah hati anda sungguh-sungguh, jangan sampai lahir sifat bangga dan sombong karena ketaatan tersebut.
Dan saat anda melakukan maksiat, bertaubatlah. Dan jagalah hati anda agar senantiasa istiqomah beribadah dengan adab yang sempurna. Jangan sampai berputus asa dari ampunan-Nya dan jangan sampai mengulangi lagi kemaksiatan tersebut hingga bisa mendatangkan murka-Nya.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ
"Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu."
Aamiin.
Jakarta, 7 Dzulqaidah 1436H
-Abu Rayyan asy-Syadzaliy
Sungguh bahwa hati manusia mudah berbolak-balik.
Ada yang paginya dimenangkan oleh Allah melalui ketaatan, namun ia tutup malamnya dengan kelalaian.
Ada yang paginya tenggelam dalam maksiat, namun ia tutup malamnya dengan taubat.
Ada yang dalam satu hari berbolak-balik antara taat dan maksiat sampai berkali-kali, hingga tinggal Allah sajalah yang menentukan dalam akhir mana ia menutup harinya.
Saudaraku, bagi engkau yang sedang diberi nikmat dalam taat, bersyukurlah!
Dan yang terpenting, i'tikadkanlah dalam hatimu bahwa ketaatan tersebut adalah murni hadiah dari Allah. Agar jangan nafsumu menyelinap lalu mengklaim bahwa itu merupakan hasil usahamu.
Saat kau biarkan dia mengambil seporsi hak Allah tersebut, lahirlah dalam hatimu rasa ujub. Sebuah penyakit bangga diri yang teramat berbahaya.
Dengan ujub kau akan diberikan kemampuan penglihatan yang aneh, sebuah penglihatan azab. Dimana kau akan mudah mendeteksi dan melihat orang lain yang tidak melakukan amal ketaatan seperti diri anda, lalu mulai meremehkan. Dan setelah itu lahir lagilah penyakit baru, yaitu kibr. Kibr adalah merasa dirinya lebih baik dari orang lain, dimana cirinya adalah sulitnya menerima nasihat kebenaran dari orang lain.
Saat kibr tumbuh subur merebak di hatimu, saat itu juga hatimu akan membusuk kemudian mati. Dan saat hatimu mati, lisanmu akan keras dan penuh dengan permusuhan. Dan hilang sudah lah nilai Islam Rahmatan lil 'Alamiin dalam dirimu.
Kemudian jatuhlah hukuman dari Allah yaitu berupa pengusiran dari hadroh-Nya. Dan dibiarkannya anda mengamalkan ketaatan yang menipu diri sendiri. Ketaatan yang menjerumuskannya ke dalam neraka diakibatkan oleh kelalaiannya tersebut.
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya." (Al-Maa'uun: 4-5)
Na'udzubillah min dzallik.
Saudaraku, kemudian pada saat anda sedang tergelincir dalam maksiat, segeralah bertaubat!
Tafakuri lewat pintu atau jalan mana engkau sampai berdosa. Jika Allah memberi anda taufik terhadap sumbernya, segeralah pangkas. Tutup semua akses, sarana, waktu, teman, alat, atau apapun yang mengakibatkan anda tergerak untuk mulai memasuki tangga-tangga kemaksiatan.
I'tikadkan dalam hati anda, bahwa dosa tersebut adalah berasal dari anda sendiri. Bersumber dari harmonisnya jiwa dan hawa nafsu anda dengan setan yang mengipasinya.
Jika taubat anda benar, perhatikanlah, pada saat yang sama Allah SWT akan menganugerahi anda dengan maqom ahsanul ubudiyah. Yaitu sebuah posisi yang paling mulia dari seorang hamba. Yaitu sebuah posisi nol, posisi tanpa modal, kondisi dzul (hina), inkisar (hancur), faqir (miskin) dan jahil (bodoh) di hadapan Allah SWT.
Dan ajaklah hati anda untuk bersama dengan jasad anda, menuju istiqomah dalam ibadahnya. jalan kembali kepada Allah SWT. Jalan yang baru, jalan yang telah diterangi oleh cahaya taubat. Sebuah cahaya yang akan membuat anda mendapatkan cinta-Nya, dan menaikkan derajat anda sampai ke derajat unus (akrab).
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri."
(QS. Al-Baqarah: 222)
Masya Allah...laa quwwata illa billah.
Kesimpulannya,
Saat hati anda sedang berada dalam ketaatan, bersyukurlah. Dan berhati-hatilah, karena ia memiliki potensi yang teramat berbahaya. Jagalah hati anda sungguh-sungguh, jangan sampai lahir sifat bangga dan sombong karena ketaatan tersebut.
Dan saat anda melakukan maksiat, bertaubatlah. Dan jagalah hati anda agar senantiasa istiqomah beribadah dengan adab yang sempurna. Jangan sampai berputus asa dari ampunan-Nya dan jangan sampai mengulangi lagi kemaksiatan tersebut hingga bisa mendatangkan murka-Nya.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ
"Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu."
Aamiin.
Jakarta, 7 Dzulqaidah 1436H
-Abu Rayyan asy-Syadzaliy
Kamis, 11 Agustus 2011
Kamis, 21 Juli 2011
“BUMI” CIDENG GO GREEN
BUMI “generasi tro
BUMI Free Magazine (Majalah Gratis), lahir pertama dari rangkaian program PT. VMC untuk mempelopori gerakan penyebaran informasi dan pengetahuan tentang kekayaan Bumi Indonesia dan semua potensi untuk mengembangkannya.
Penerbitan perdananya telah didistribusikan ke beberapa Kantor Dinas, Kementerian, Pemerintahan, dan beberapa titik-titik strategis di wilayah Jabodetabek, Jogjakarta, Surabaya, Bali, Makasar, Lampung sampai Sumatera Utara. Tak lama setelah itu, PT. VMC membentuk BUMI Event Organizer. Berfungsi untuk memediasi antara Pengusaha, Pemerintah dan Masyarakat untuk menuju aksi yang lebih nyata dalam menciptakan “Generasi Tropis Agraris”.
Pada event ka
Dibanjiri oleh ribuan p
Acara ini mendapat dukungan penuh pula dari Pemerintahan setempat, dimulai dari lingkup terkecil yaitu RT dan RW. Dimana Dadang Suherman Ketua RW. 01 Kel. Cideng bersama Arifin Hoesein Ketua LMK RW. 01 Kelurahan Cideng selaku tuan rumah ikut menemani Panitia menyiapkan acara sampai pagi. Juga dukungan dari Lurah Cideng, Hj. Siti Nurbaiti, S.Sos, MSi yang selalu setia menemani Panitia dalam rapat sampai kedalam Tingkat Pemerintah Walikota Jakarta Pusat. Sudin Sosial, Sudin Pertamanan, Sudin Peternakan dan Pertanian, Pol PP sampai Polres Jakarta Pusat pun menyertakan dukungannya dengan cara bermacam, ada yang memberikan bantuan materiil, bantuan pohon, pengerahan anggotanya ke lapangan sampai kepada bimbingan yang bersifat teknis.
Acara dibuka oleh Wakil Camat Gambir, Bpk. Deden A. Suryana, S.Sos, yang dilanjutkan dengan pelepasan peserta fun bike, penanaman pohon dan pemberian pohon secara simbolis kepada RW se-Kelurahan Cideng. Sekitar 100 sepeda ikut meramaikan acara fun bike yang berjalan tertib melalui rute mengelilingi Kali Cideng. Dan peserta bazaar yang sekitar 100-an pun ramai berjualan produk2 unik dan beraneka ragam. Dari mulai makanan khas daerah, internasional sampai minuman sehat. Dari mulai tanaman hias, Sepeda Motor, pernak pernik, hasil kerajinan tangan penghuni Lapas, sampai ke komidi putar. Peserta Fun Bike-pun dengan sabar menunggu nomor undiannya dipanggil untuk mendapatkan grand doorprize sebuah sepeda.
Yang tak kalah penting, pada event ini Panitia BUMI bersama Karang Taruna Kecamatan Gambir menciptakan rekor tersendiri dalam pembentukkan kepanitiaannya. BUMI Cideng Go Green didukung dan disukseskan oleh kepanitiaan seluruh unsur Ormas yang berada di Wilayah Kelurahan Cideng. Tercatat sekitar 10 orang perwakilan per masing-masing unsur Ormas tergabung dalam Kepanitiaannya, seperti BPPKB Banten (Badan Pengembangan Potensi Keluarga Besar Banten), Forkabi (Forum Komunikasi Anak Betawi Asli), FBR (Forum Betawi Rempug), FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri), PP (Pemuda Pancasila), KBPPP ( Keluarga Besar Putra Putri Polri ) dan FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat). Seluruh ormas ini solid bekerjasama, bahu membahu tanpa memandang perbedaan organisasi. Mereka mempunyai misi yang sama, berbaju yang sama, berbaju “Generasi Tropis Agraris” yang cinta Bumi Indonesia dan semangat membangun potensi kepemudaan.
Langganan:
Postingan (Atom)

















